Senin, 22 Juni 2009

PMI Luncurkan Buku Ayo Siaga Bencana


Jakarta (ANTARA News) - Palang Merah Indonesia (PMI) dalam rangka memperingati dua tahun bencana tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Nias, Sumut meluncurkan buku `Ayo Siaga Bencana` sebagai panduan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Kepala Sub Divisi Humas Markas Pusat PMI, Hadi Kuswoyo, di Jakarta, Rabu, mengatakan, buku tersebut merupakan panduan bagi murid-murid sekolah mengenai informasi kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bencana di tanah air.

"Buku panduan itu dikemas dalam tiga bentuk, yaitu, `Manual Mula` bagi siswa Sekolah Dasar (SD), `Manual Madya` bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan `Manual Wira` bagi siswa Sekolah Menengah Umum (SMU)," katanya.



Melalui buku Ayo Siaga Bencana, kata dia, nantinya setiap siswa dapat mengetahui lebih jauh mengenai risiko bencana yang ada di lingkungannya. Bahkan para siswa diajak juga untuk memikirkan apa yang bisa mereka lakukan sebelum bencana terjadi, pada saat dan sesudah bencana.

Ia mengatakan buku itu juga dibuat dan ditujukan untuk anggota Palang Merah Remaja (PMR) atau sebagai anggota muda PMI. Melalui konsep `Pendidikan Remaja Sebaya` (peer educator), para anggota PMR diharapkan dapat menyebarluaskan informasi buku tersebut kepada teman-temannya.

" Materi pendidikan pada buku tersebut maka dapat dijadikan sebagai bahan bacaan yang bermanfaat bagi anak-anak sekolah," katanya.

Peluncuran perdana buku Ayo Siaga Bencana dilakukan pada kegiatan `Pameran Siaga Bencana Nasional II`, 27-28 Desember 2006, yang diadakan PMI di Discovery Mall, Kuta, Bali. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dalam peringatan dua tahun tsunami di Aceh . Tsunami itu terjadi 26 Desember 2004.

Selain berpartisipasi dalam kegiatan pameran, PMI juga ikut dalam pelaksanaan simulasi tsunami bertajuk `Bali Siaga Tsunami` di Pantai Sindu, Sanur, Bali pada Selasa (26/12).

Pada simulasi tersebut, PMI menurunkan 200 relawannya yang berasal dari PMI Daerah Bali dan PMI Cabang Kota Denpasar untuk melakukan operasi tanggap darurat bencana tsunami, diantaranya, melakukan evakuasi, bantuan darurat dan penampungan sementara (sheltering).

Sementara itu, Kepala Divisi Penanganan Bencana Markas Pusat PMI, Arifin Muhammad Hadi, mengatakan bahwa relawan sangat berperan dalam tanggap darurat bencana PMI.

"Kiprah relawan pada saat bencana terjadi merupakan wujud kepedulian nyata bagi sesama," katanya.(*)

COPYRIGHT © Antara

Salam Medikom Banyumas.......

0 komentar:

Poskan Komentar